Langsung ke isi

Pendidikan Minim, tapi Bisa Sukses…why Not?

Februari 18, 2008

Kalau mau kaya ngapain sekolah? Jangan terkecoh dengan pertanyaan tersebut. Kalau mau kaya ya harus banyak belajar. Tapi belajarnya ya tidak harus di sekolah. Banyak orang beranggapan bahwa hanya sekolah lah satu-satunya tempat menuntut ilmu. Jika anda beranggapan demikian, maka jawaban anda saya kasih nilai 20 skala 100.

Saya punya kenalan seorang bapak yang hanya lulus SD tapi bisa mendirikan showroom mobil dan beberapa minimarket. Tentu saja orang yang berani membuka showroom mobil dan minimarket bukanlah orang biasa bukan, pastilah orang yang punya banyak duit alias kaya. Saya juga punya om, beliau ini hanya lulusan SMU kelas bawah, tapi berhasil menjadi kepala cabang di perusahaan kontraktor yang besar. Ayah temen kuliah saya hanya lulusan smp, tapi punya pecetakan buku dan usaha agrobisnis yang sukses. Bahkan yang menjadi anak buahnya adalah dosen s2 UGM.

Masih banyak lagi yang bisa kita lihat orang-orang disekitar kita ada beberapa mereka yang hanya berpendidikan rendah tapi punya kekayaan yang melimpah, sedangkan beberapa ada juga dengan gelar s1nya ternyata malah hidup terhimpit sulit. Rahasianya apa sih ? ternyata ada pada soft skill mereka yang berbeda. Ketika saya mencoba menggali apa yang sebenarnya membuat mereka sukses walaupun dengan pendidikan rendah. Ternyata ada satu kemiripan yaitu sikap mental yang positif dan kemauan untuk terus belajar dari apapun. Bahkan ayah temen saya itu bilang bahwa dia jarang membaca buku. Dia hanya belajar dari pengalaman hidupnya dan proses berpikir dari pikiranya sendiri untuk memecahkan masalahnya. Cenderung menggunakan kearifan orang jawa dalam proses berpikirnya.

Kalau om saya, ya beliau pandai dalam berkomunikasi. Dan itulah modal utamanya dalam meraih karir yang cemerlang. Kalau kenalan saya yang lulus SD, hanya dengan menggunakan modal ketekunan dan kerja keras dan kesabaran yang tinggi untuk meraih sukses. Ketiga orang tersebut selalu bisa belajar dari apapun.

6 Komentar leave one →
  1. Februari 21, 2008 12:15 am

    hehehe..Di, lupa sama yang diatas ya…hehehsemua sudah ada faktor nasib dan rejeki..diibaratkan kita punya gelas sloki teman kita punya gelas mug, jadi biar sepenuh apapun air yang di isi pada gelas sloki tersebut tetap saja tidak akan melebihi isi gelas mug tadi….karena takaran gelas kita gelas sloki itu tadi…

  2. Februari 23, 2008 6:27 am

    Bener sekali kang…kalo rejeki memang sudah diatur sama Alloh SWT, tapi paling tidak kita bisa pelajari dari cara mereka berpikir dan bertindak…mengapa mereka bisa sukses…sedangkan pendidikan mereka rendah…

  3. seno permalink
    Februari 25, 2008 3:21 am

    kalau mau realistis, kesempatan untuk punya duit dengan cara yang lebih mudah adalah dengan mempunyai ijasah alias sekolah dulu, orang yang sukses dengan pendidikan tinggi pasti lebih banyak prosentasennya dibandingkan yang tidak berpendidikan ( hanya segelintir orang yang sukses dengan kondidi begitu), jd sekolah itu penting banget karena kan membentuk pola pikir dan cara pandang kita dalam menyikapi sesuatu. oke.

  4. Februari 26, 2008 6:42 am

    Benar mas Seno….klo Pendidikan itu penting sekali..agar bisa membentuk karakter dan Pola pikir yang maju kedepan…dan kita harus belajar setinggi2nya semampu kita kan…

    tapi kita harus realistis juga…diluar sana….bahwa Pendidikan itu Mahal…Banyak yang putus sekolah…jangankan sekolah..untuk makan aja kadang susah…
    Maksud saya…klo yang putus sekolah…jangan menyerah…bahwa pendidikan yang baik tidak hanya kita dapatkan dari sekolah saja…kita bisa belajar kapan saja…kita bisa belajar dimana saja…guru nya siapa? banyak diluar sana yang bisa kita tanyakan…banyak orang diluar sana…bisa kita belajar dari siapa saja…

  5. Maret 2, 2008 8:46 am

    memang bagimana sih cara kearifan orang jawa dalam proses berpikirnya?

    mas klo mau belajar ajax, liwat YM aja, ni YM ku bimo_hp

    tapi di webku juga udah banyak kok artikelnya tinggal dipelajari aja

  6. Maret 5, 2008 5:11 am

    Wah..ya gak gitu banget kang, bagaimanapun juga pendidikan formal tetep jalan. Yang perlu dibenahi membangun pola pikir siswanya…kayaknya sih hihihii

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.