Skip to content

Hosting terbaik di Hostgator

November 28, 2010

Temen2 semua halo apa kabar hari ini? sehat semuanya tho…amiin. semoga senantiasa dalam kebaikan dan keselamatan. Amiin. ini saya mau sharing tentang hosting. Hosting adalah tempat penyimpanan file dalam sebuah website. JIka anda punya website pribadi pasti membutuhkan sebuah hosting kan. nah saya mau promosi hosting website yang bagus.

hosting aja di aja di hostgator.com, karena di hostgator merupakan webhosting yang sangat bisa diandalakan. Dengan paket baby plan dengan biaya mulai dari $7.95 hingga $9.95 . Sudah mendapatkan paket hosting unlimited disk space, unlimited traffic dan unlimited add on domain. jadi akan memberikan ruang yang lapang jika website anda memerlukan space yang besar sekali. Dan jika anda mau mempunyai web site yang banyak maka paket baby plan cocok untuk anda miliki.

Oh iya ada diskon khusus dari hostgator.com yaitu untuk satu bulan pertama anda cukup membayar $0.01 atau sama dengan 90 an rupiah. waw gilaa…murah bukan. tapi syaratnya anda harus mempunayi coupon diskon dari hostgator.com . coupon diskonnya adalah hostingfreehosting

dengan menginputkan coupon diskon hostingfreehosting selama sebulan hanya membayar 90 rupiah. gimana mantaps bukan. setelah Anda test hosting dengan hostgator  dan anda merasa puas maka anda bisa melanjutkan kembali hosting ke hostgator  dengan paket yang telah disediakan.

Selama sebulan penuh anda bisa merasakan kehandalan server hostgator dan pelayanan CS yang bagus sekali. Oh iya selama sebulan itu anda mendapatkan paket yang baby plan pokoke serba unlimited. Mantaps Jaya Gan…

Pendidikanku harapkanku

Mei 5, 2008

Semakin tinggi pendidikan kita akan semakin luas cara pandang kita. Ibaratnya adalah jika kita naik dari lantai bawah kita naik ke lantai 3 maka batas pandang kita akan semakin luas. Itulah tujuan pendidikan menurut pendapat saya. Semakin kita naik ke lantai yang lebih tinggi akan semakin luas lah pandangan kita. Kalau kita hanya dilantai bawah maka kita hanya bisa memandang sedikit saja, mungkin karena tertutup pohon atau rumah. Tapi jika kita terus naik ke lantai atas maka semakin luas lah kita memandang dunia ini.

Sekolah adalah salah satu instrumen untuk bisa meluaskan cara pandang kita. Tapi semakin tinggi kita naik ke atas semakin besar pula harga yang harus kita bayar. Jika kita tidak mampu maka kita harus mencari instrumen lain.

Tinggi Gedung kita ibaratkan sebagai sebuah tingkat mutu pendidikan. Di indonesia dibandingkan dengan malaysia sekalipun kita masih kalah dalam membangun tinggi gedung kita. Maksudnya adalah bahwa mutu pendidikan kita masih kalah. Apalagi jika kita bandingkan dengan Jerman. Kita ini baru gedung tingkat 17 maka sudah membuat gedung tingkat 84.

Mutu pendidikan kita sudah rendah mahal pula. Jika di jerman pendidikan sampai tingkat perguruan tinggi adalah GRATIS. Maka semua orang mendapatkan kesempatan yang sama dalam meraih pendidikan yang baik. Berbeda dengan indonesia kita harus bayar mahal untuk bisa sampai perguruan tinggi.

Kalau gaji guru aja masih sangat rendah, sekolah-sekolah kita masih banyak yang peninggalan belanda, kemudian banyak juga sekolah-sekolah yang belum dibangun secara merata. Yang sudah dibangun sudah rusak malah belum sempat diperbaiki. Mau sekolah malah mempertaruhkan nyawa karena bisa sewaktu-waktu tertimpa atap gedung yang sudah kadaluarsa.

Kita punya infrastruktur aja masih kayak gini. Apalagi mau mbahas sistem nya. Mau gimana coba? Kalau mau pengin maju ya jelas dong strateginya ya majuin dulu pendidikan rakyatnya. Kalau ogah-ogahan memperhatikan pendidikan ya kita ini mau kemana? Mau terus jadi pengirim TKI ke luar negeri. Kenapa orang luar negeri saja yang jadi pembantu disini. Saya bukanya merendahkan TKI. Saya sangat menghargai mereka karena merekalah sumber devisa buat negara ini. Tapi apa selamanya akan seperti ini. Kalau bisa ya yang dikirim punya gelas S1 atau S2 biar jadi tenaga ahli. Kan lebih baik.

Kalau semua orang di negeri ini dapat kesempatan yang sama buat belajar di sekolah dalam segi biaya maksud saya, maka kita akan menjadi bangsa yang terdidik dan bermartabat serta punya derajat yang tinggi di mata dunia. Bukankah Tuhan meninggikan beberapa derajat bagi orang/bangsa yang berilmu.

Saya ingin katakan GRATISKAN PENDIDIKAN DI SEMUA SEKOLAH NEGERI.

http://www.anak-pintar.com

http://www.smunsaka.wordpress.com

Budaya yang Hilang…

April 30, 2008

Budaya yang Hilang…

Bagaiamana sikap kita seharusnya dengan budaya kita? Beberapa waktu yang lalu Reog Ponorogo salah satu kekayaan budaya kita sempat diakui sebagai budaya salah satu negara tetangga kita. Walaupun diakui dengan nama yang lain yaitu Barongan, tapi tarian dan aksesorisnya hampir mirip sekali dengan Reog Ponorogo. Ya ini baru salah satu budaya yang hampir saja diakui oleh negara lain. Mengapa banyak orang bangsa ini marah ketika budaya nya diakui oleh negara lain? Padahal sebenarnya siapa sih yang peduli pada budaya kita sendiri ini.

Kebanyakan sekarang ini banyak dari masyarakat kita kurang menghargai budaya kita sendiri. Dulu waktu saya kecil setiap selasa malam saya masih suka menonton ketoprak Siswo Budoyo atau Wahyu Budoyo. Juga saya dulu sering nonton acara Ludruk di station TV TVRI Jawa Timur. Saya masih sempat bisa menikmati acara-acara yang sarat dengan budaya-budaya lokal. Buktinya apa masyarakat kita kurang mengapresiasi budaya sendiri? Gampang saja..lihat saja acara TV sekarang ini. Hampir semua station TV hanya mengejar rating dan sangat jarang menampilkan acara-acara yang menampilkan budaya-budaya lokal.

Tetapi untungnya kita sekarang juga punya beberapa TV lokal yang giat menampilkan acara-acara yang sarat dengan budaya-budaya lokal. Tapi tetap saja masyarakat kita cenderung lebih memilih acara-acara yang jauh dari nilai budaya lokal. Kita dijajah 350 tahun oleh belanda dan 3,5 tahun oleh jepang. Banyak sekali percampuran budaya atau proses akulturasi budaya pada saat itu.

Pada saat ini proses akulturasi budaya berkembang sangat cepat. percepatan ini didukung dengan adanya media komunikasi massa yang sangat cepat. Di indonesia televisi merupakan media yang sangat efektif untuk menyebarkan informasi. Sayangnya content atau acaranya kebanyakan tentang budaya bangsa lain. Kita lebih seneng nonton film spiderman daripada acara budaya lokal. Itu kenyataan yang ada di masyarakat kita.

Saya takut 20 hingga 30 tahun kedepan mungkin bahasa lokal sudah tidak digunakan lagi. Kadang orang malah malu menggunakan bahasa lokal dikira tidak maju dan katro. Siapa yang mau belajar gamelan jawa dan tembang-tembang klasik jawa atau budaya lokal lainya. Karena saya orang jawa saya pemerhati kondisi budaya jawa yang semakin lama semakin ditinggalkan oleh orang jawa sendiri. Pada saat lainya orang kanada, jerman, Polandia, Jepang, Australia ada yang belajar tentang gamelan jawa dan tembang-tembang jawa, orang jawa banyak yang malah meninggalkan budayanya dan malah ikut budaya barat.

Paling tidak kita tahu dan mendukung budaya-budaya kita. Walaupun kita tidak harus bisa memainkan semua alat musik dari daerah kita atau tembang-tembang lokal yang ada. Tapi kita paling tidak mencintai budaya kita, bahasa kita dan tembang-tembang daerah kita. Kalau bisa lebih dari budaya-budaya dari bangsa lain.

Saya setuju jika budaya memang berkembang sesusai dengan perkembangan peradaban manusia. Karena peradaban akan berganti dan berubah atau mengalami proses akulturasi. Tetapi kita ini mau jadi bangsa yang berkarakter atau bangsa yang ikut-ikutan aja ma budaya bangsa lain. Budaya lokal merupakan potensi pariwisata yang sangat potensial jika di jaga dan dilestarikan.

http://www.anak-pintar.com

Law Of Attraction…

April 30, 2008

Percaya ndak sih ma Law Of Attraction

Dulu waktu mau masuk sma aku membayangkan seandainya saja jika bisa ketrima di smunsa klaten. Pada saat itu kesempatan aku untuk masuk smunsa klaten sangatlah tipis. Kaena bagaimana mungkin dengan kondisi akademisku yang amburadul dan kondisi lingkungan sekolah yang parah. Untuk bisa masuk smunsa harus minimal bisa rangking 3 besar se SMP ku waktu itu. Tetapi aku terus berpikir dan berdoa aku bisa masuk smunsa walaupun dengan kondisi seperti ini. Ternyata cara kita berpikir akan menarik cara kita bertindak. Saya mimpi bisa masuk smunsa, maka tindakan saya juga mengarah menuju bagaimana cara masuk ke smunsa. Waktu itu saya masih bodoh sekali. Hanya hanya punya 1 nilai 8 yaitu PPKN dan 2 nilai 7 sejarah dan Agama, yang lain hanya 6. Sangat-sangat jauh dari realistik buat masuk smunsa. Tapi akhirnya saya bisa masuk smunsa walupun dengan peringkat no 295 dari 360 murid.

Jika anda pernah bermimpi dan mimpi anda jadi kenyataan. Sebetulnya kekuatan apa sih yang mendorong mimpi ini bisa terwujud. Apa benar sih pikiran kita ini punya daya magnet yang dasyat untuk menarik kenyataan yang akan terjadi pada diri kita. Saya waktu SD dulu punya angan2 bisa lihat IPTN, sekarang ini saya tinggal di Bandung dan hampir tiap bulan sekali lewat samping pabrik pesawat terbesar di asia tenggara itu. Saya kaget sekali saya sadar saya telah mewujudkan mimpi saya walaupun hanya sekedar lewat samping IPTN. Karena waktu SD dulu tokoh idola saya adalah BJ Habibie.

Banyak sih kejadian-kejadia n yang dulu hanya saya impikan ternyata menjadi kenyataan. Walaupun dalam rentang waktu yang berbeda-beda terwujudnya. Ada yang butuh waktu tahunan ada yang bulanan bahkan ada yang dalam hitungan jam. Apakah benar bahwa law of attraction merupakan hukum alam semesta sama seperti hukum gaya gravitasi. Semua orang dengan agama yang berbeda mempunyai mimpi dan bisa mewujudkanya. Apakah ini hukum gaya tarik itu artinya memang tidak memandang latar belakang agama dan lainya. Apakah ini hukum yang diatur oleh Alloh untuk semua orang tanpa memandang keimanan mereka. Ada ajaran islam yang mengajarkan “Aku sesuai dengan prasangka hambaku..”apakah ini berlaku untuk semua orang. Dan juga ada ayat yang mengatakan “jika kamu bersyukur maka akan Aku tambah nikmat ku padamu…”Saya percaya dengan ayat ini karena saya Muslim dan beriman pada Al Qur’an. Berarti ada hubungan ayat diatas dengan law of attraction. Bahwa apa yang kita pikirkan akan berpengaruh pada kehidupan kita. Jika kita bersyukur maka akan ditambah kebaikan dan jika kita memikirkan impian yang baik-baik maka Alloh akan menunjukan jalan yang terbaik untuk menempuhnya dan mencapainya.

http://www.anak-pintar.com

Pendidikan Minim, tapi Bisa Sukses…why Not?

Februari 18, 2008

Kalau mau kaya ngapain sekolah? Jangan terkecoh dengan pertanyaan tersebut. Kalau mau kaya ya harus banyak belajar. Tapi belajarnya ya tidak harus di sekolah. Banyak orang beranggapan bahwa hanya sekolah lah satu-satunya tempat menuntut ilmu. Jika anda beranggapan demikian, maka jawaban anda saya kasih nilai 20 skala 100.

Saya punya kenalan seorang bapak yang hanya lulus SD tapi bisa mendirikan showroom mobil dan beberapa minimarket. Tentu saja orang yang berani membuka showroom mobil dan minimarket bukanlah orang biasa bukan, pastilah orang yang punya banyak duit alias kaya. Saya juga punya om, beliau ini hanya lulusan SMU kelas bawah, tapi berhasil menjadi kepala cabang di perusahaan kontraktor yang besar. Ayah temen kuliah saya hanya lulusan smp, tapi punya pecetakan buku dan usaha agrobisnis yang sukses. Bahkan yang menjadi anak buahnya adalah dosen s2 UGM.

Masih banyak lagi yang bisa kita lihat orang-orang disekitar kita ada beberapa mereka yang hanya berpendidikan rendah tapi punya kekayaan yang melimpah, sedangkan beberapa ada juga dengan gelar s1nya ternyata malah hidup terhimpit sulit. Rahasianya apa sih ? ternyata ada pada soft skill mereka yang berbeda. Ketika saya mencoba menggali apa yang sebenarnya membuat mereka sukses walaupun dengan pendidikan rendah. Ternyata ada satu kemiripan yaitu sikap mental yang positif dan kemauan untuk terus belajar dari apapun. Bahkan ayah temen saya itu bilang bahwa dia jarang membaca buku. Dia hanya belajar dari pengalaman hidupnya dan proses berpikir dari pikiranya sendiri untuk memecahkan masalahnya. Cenderung menggunakan kearifan orang jawa dalam proses berpikirnya.

Kalau om saya, ya beliau pandai dalam berkomunikasi. Dan itulah modal utamanya dalam meraih karir yang cemerlang. Kalau kenalan saya yang lulus SD, hanya dengan menggunakan modal ketekunan dan kerja keras dan kesabaran yang tinggi untuk meraih sukses. Ketiga orang tersebut selalu bisa belajar dari apapun.

Learn Marketing from Fishing Part 1

Februari 16, 2008

 

Ada seorang bapak umurnya 50 tahun sedang memancing ikan di sebuah sungai yang tenang. Bapak itu bernama pak slamet, setelah mencari umpan berupa cacing tanah, beliau menuju bibir sungai dengan posisi dekat dengan sebuah pohon beringin. Agar tidak kepanasan katanya, selain itu karena banyak ikan suka berkeliaran di daerah yang aagak dingin seperti dibawah pohon.

Pak slamet mengambil satu cacing untuk dipasang di dua kail nya. Kepala cacing itu dipotong dibagian ujungnya setengah centimeter agar mudah di masukan ke kail pancing. Sebelum dimasukan ke dalam air sungai, kail yang sudah terpasang umpan cacing itu didekatkan ke mulut pak slamet. Dan terdengar bunyi “Juhhhh…Juhhhh..”Pak slamet mencoba memberikan taste pada umpan cacing itu. Kata dia untuk memberikan bumbu atau semacam penyedap rasa pada cacing itu. Kata dia pula dengan Pdnya…” Dengan air liur ini, umpan saya pasti akan dimakan oleh ikan-ikan yang lebih besar…”yaa..ini semacam sugesti dari pak slamet agar dapat ikan yang besar.

Beberapa saat kemudian setelah melemparkan kail  ke dalam sungai dengan kedalaman tertentu, umpan itu mulai di senggol-senggol ikan yang sedang kelaparan. Nampaknya siang itu sebagian besar ikan di sungai itu belum makan siang. Jadi begitu umpan masuk dalam air beberapa detik saja sudah didatengi. Tapi nampaknya umpan yang pertama ini belum bisa menarik ikan yang sedang kelaparan. Mungkin karena ikan sudah terbiasa dengan umpan seperti itu, jadi ikan punya teknik tersendiri untuk tidak terjebak oleh umpan cacing pak slamet.

Ekspekstasi pak slamet sungguh diluar dugaan. Harapan dia siang itu akan mendapatkan ikan yang banyak dan besar sungguh-sungguh salah besar. Setelah setengah jam memancing tidak satu ikan pun bisa terpancing walaupun ikan-ikan itu selalu memakan habis umpanya. Pak slamet ini ternyata kaya akan  ide dan benar-benar kreatif. Beberapa saat kemudian dia mancari beberapa ranting pohon yang kering serta jerami yang ada di sawah. Setelah dikumpulkan kemudian dia bakar, lalu beberapa cacing dipanggang hingga setengah matang. Kemudian baru digunakan untuk memancing. Ide aneh itu muncul dengan tiba-tiba ketika dia melihat Pak Hadi yang sedang istirahat makan siang di dekatnya setelah bekerja membeikan pupuk organik pada tanaman mentimunya. Pak Slamet melihat pak hadi sedang makan daging ikan yang sudah mateng digoreng. Baunya sungguh menggoda lidah pak slamet.

Dia berpikir bahwa sesuatu yang matang pastilah akan jauh lebih enak daripada sesuatu yang mentah. Ya dengan ide sesederhana itu dia mencoba menerapkanya pada cacingnya. Dia memanggang cacingnya dengan kematangan separo saja, agar mudah dimasukan kedalam mata kail. Apa yang dia lakukan itu membuahkan hasil yang significant. Setelah mata kail dengan daging cacing setengah matang itu masuk ke dalam air, si ikan-ikan jadi kebingungan karena ada taste yang luar biasa dan bentuk yang berbeda dari umpan itu. Si ikan-ikan berkumpul banyak tanpa teknik memakan umpan yang tepat, para ikan mencoba berebut umpan cacing.  Setelah itu pak Slamet berhasil mendapatkan banyak ikan.

What’s is the lesson from the story above? You can take any lesson from fishing  used to marketing. If you have any satetement about what is the truth lesson from story above, please  write any comment.  Thanks a lot.

Cahaya

Februari 14, 2008

Di alam semesta ini begitu banyak bintang, bahkan beberapa ilmuwan mengatakan bahwa jumlah bintang di alam semesta ini bermilyar-milyar jumlahnya. Ada juga yang mengatakan bahwa alam semesta ini akan terus berkembang, itu artinya akan muncul bintang-bintang baru di alam semesta ini. Jika malam tiba dan langit sedang dalam kondisi cerah bisa kita melihat ribuan bintang. Dulu waktu saya kecil ada orang yang bilang kalau kamu bisa menghitung bintang maka kamu bisa masuk surga. Dulu aku percaya sama omongan orang itu sehingga pada saat langit cerah aku mencoba menghitung jumlah bintang.

Pada saat menghitung bintang-bintang, ada bintang yang sangat terang cahayanya, ada yang sedang dan ada pula yang redup sinarnya. Jadi kadang aku harus menghitung dari awal karena ada bintang yang tiba-tiba muncul karena terhalang awan atau karena cahanya yang redup berubah jadi terang. Waktu smu aku dapat pelajaran tentang astronomi dari pak guru fisika. Kata beliau bintang itu memancarkan energi yang berbeda sehingga terang dan tidaknya juga berbeda. Tergantung juga dari jauh dan tidaknya letak bintang tersebut dari Bumi kita ini.

Ada bintang yang energi pancaran cahaya nya besar sekali tapi karena letak bintang itu jauh sekali maka bintang itu kelihatan redup, tapi sebaliknya ada bintang yang sangat dekat dengan bumi dengan pancaran energi cahaya yang biasa tapi kelihatan sangat terang. Matahari sebagai bintang yang terdekat dengan bumi memberikan cahaya yang sangat terang sehingga mengubah malam menjadi siang. Menghilangkan cahaya bintang yang jumlahnya milyaran. Walaupun milyaran bintang itu bersinar tapi sepertinya tidak kelihatan apa-apa karena kalah dengan sinar matahari yang karena dekat letaknya dari bumi.

Kalau kita mau mendekati bintang-bintang yang jauhnya jutaan tahun cahaya maka sinar dari bintang-bintang itu tidak akan kalah bahkan bisa jauh lebih dasyat dari sinar matahari. Cahaya akan menjadi sangat terang ketika kita mendekat ke arah sumber cahaya tersebut. Dengan adanya cahaya maka gelap menjadi terang. Jika Iman itu adalah sebuah cahaya maka petunjuk itu akan kelihatan jika kita mau mendekati sumbernya. Sebuah cahaya akan redup jika kita menjauhinya. Jika jiwa ini terasa gelap gulita sehingga  berjalan dengan tertatih kadang terjatuh ke dalam lubang yang sama adalah karena kita jauh dari cahaya. Jiwa ruh dan hati memerlukan cahaya iman untuk menempuh perjalanan di dunia dan alam selanjutnya yaitu Akhirat.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.